Sabtu, 18 Januari 2014

Pembelajaran sebagai Sistem



A.  Pengertian dan Fungsi Pembelajaran Sebagai Sistem.
Sistem berasal dari bahasa Latin systēma dan bahasa Yunani sustēma, merupakan satu kesatuan komponen yang satu sama lainnya saling berkaitan dan saling berinteraksi untuk mencapai suatu hasil yang diharapkan secara optimal sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Berdasarkan pengertian tersebut, ada tiga hal penting yang menjadi karakteristik sistem yaitu, tujuan, mengandung proses, dan proses tersebut selalu melibatkan komponen-komponen tertentu. Oleh karena itu sistem merupakan proses untuk mencapai tujuan melalui pemberdayaan komponen-komponen yang membentuknya. [1]
Pembelajaran pada hakekatnya merupakan proses komunikasi yang bersifat timbal balik, baik antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa, untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Komunikasi yang bersifat timbal balik adalah bentuk komunikasi yang dapat diterima, dipahami, dan disepakati oleh pihak-pihak yang terkait dalam proses pembelajaran[2].
Pembelajaran dapat didefinisikan sebagai suatu proses di mana suatu organisma berubah perilakunya sebagai akibat dari pengalaman, Perubahan yang dimaksud mencakup pengetahuan, kecakapan, tingkah laku. Perubahan itu diperoleh melalui latihan, bukan perubahan dengan sendirinya karena pertumbuhan kematangan atau karena keadaan sementara.[3]

       Pembelajaran dikatakan sebagai suatu sistem karena pembelajaran adalah kegiatan yang bertujuan untuk membelajarkan siswa. Proses pembelajaran itu merupakan rangkaian yang melibatkan berbagai komponen.[4] Maka dapat kita simpulkan bahwa pembelajaran sebagai sistem adalah proses interaksi antara guru, peserta didik dan lingkungannya untuk mencapai tujuan tertentu yang mana di dalamnya terdapat saling keterkaitan antara unsur-unsur atau komponen-komponen pembelajaran.
B.  Komponen Sistem Pembelajaran.
Komponen pembelajaran memiliki fungsi atau peran yang berbeda, tetapi dengan perpaduan antar komponen tersebut dapat membuat proses pembelajaran menjadi lebih sistematis dan berhasil.




Sebagai suatu sistem, proses pembelajaran terdiri dari beberapa komponen yang satu sama lain saling berinteraksi dan berinterelansi. Komponen-komponen tersebut adalah tujuan, materi pelajaran, metode atau strategi pembelajaran, media dan evaluasi.
Tujuan merupakan komponen yang sangat penting dalam sistem pembelajaran karena tujuan tersebut yang akan membawa siswa kepada kesuksesan atau tidak. Isi atau materi pelajarn merupakan komponen kedua dalam sistem pembelajaran. Materi pelajaran merupakan inti dalam proses pembelajarn strategi atau metode adalah komponen yang mempunyai fungsi yang sangat menentukan. Keberhasilan pencapaian tujuan sangat ditentukan oleh komponen ini. Alat dan sumber memiliki peran yang tidak kalah pentingnya dalam pembelajaran. Sedangkan evaluasi merupakan komponen terakhir dalam system proses pembelajaran. Evaluasi bukan saja berfungsi untuk melihat keberhasilan siswa tetapi menjadi umpan balik bagi guru atas kinerjanya dalam pengelolaan pengajaran.[5]
C.  Pengertian dan Mekanisme Pembelajaran Sebagai Suatu Proses.
Pengertian proses pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik.
Beberapa tahapan mekanisme pembelajaran menurut Ibrahim
 yaitu:
1.      Tahap Persiapan.
Kesiapan mengajar dalam penguasaan bidang keilmuan yang menjadi kewenangannya, merupakan modal dasar bagi terlaksananya proses pembelajaran yang baik. Pengajar yang profesional dituntut untuk memiliki persiapan dan penugasan yang cukup memadai, baik dalam bidang keilmuan maupun dalam merancang program pembelajaran yang akan disajikan. Persiapan proses pembelajaran menyangkut pula penyusunan desain kegiatan belajar mengajar yang akan diselenggarakan. Di dalamnya meliputi tujuan, metode, media, sumber, evaluasi dan kegiatan belajar siswa
2.      Tahap Pelaksanaan.
Pelaksanaan proses pembelajaran menggambarkan dinamika kegiatan belajar siswa yang dipandu dan dibuat dinamis oleh pengajar. Untuk itu, pengajar dituntut untuk memiliki pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan dalam mengaplikasikan metodologi dan pendekatan pembelajaran yang tepat. Keberhasilan suatu proses pembelajaran banyak bertumpu pada sikap dan cara belajar peserta didik, baik perseorangan maupun kelompok. Tujuan pembelajaran merupakan patokan dan arah yang harus dijadikan pedoman oleh guru dalam mengendalikan proses pembelajaran, khususnya proses belajar siswa. Tujuan pembelajaran harus dijabarkan secara operasional ke dalam sejumlah bentuk perilaku (pengetahuan, sikap dan keterampilan) siswa dapat di ukur.
3.      Tahap Evaluasi.
Evaluasi merupakan alat yang akan digunakan untuk mengungkapkan taraf keberhasilan proses pembelajaran khususnya untuk mengukur hasil belajar siswa. Melalui evaluasi dapat diketahui efektivitas proses pembelajaran dan tingkat pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Evaluasi merupakan laporan akhir dari proses pembelajaran, khususnya laporan tentang kemajuan dan prestasi belajar siswa. Evaluasi secara otomatis merupakan pertanggungjawaban pengajar dalam proses pembelajaran.
4.      Tahap Tindak Lanjut.
Tindak lanjut dari proses pembelajaran dapat dibagi menjadi dua hal, yaitu:
a.       Promosi, adalah penetapan untuk melangkahkan dan meningkatkan lebih lanjut atas keberhasilan siswa. Bentuk promosi bisa berupa melanjutkan bahasan atas materi pembelajaran dan atau keputusan tentang kenaikan tingkat.
b.      Rehabilitasi, adalah perbaikan atas kekurangan yang telah terjadi dalam proses pembelajaran, khususnya apabila terjadi tingkat keberhasilan siswa yang kurang memadai. Bentuk rehabilitasi dalam proses pembelajaran dikenal dengan istilah pengajaran remedial. Kegiatan ini dilakukan untuk memperkuat penguasaan atau memperbaiki kekurangan yang telah dialami oleh siswa tertentu dalam kegiatan belajar.


                      [1] Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, hal 49
                      [2] Ibrahim Dkk, (2002). Kurikulum Pembelajaran . hal 48
                    [3] Utama, Ari Rahmat (2005). Media Pembelajaran Futsuu Meishi Melalui Multimedia, hal 7

                      [4] Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, hal 50
                      [5] Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, hal 61

Tidak ada komentar:

Posting Komentar