A. Pengertian dan Fungsi Pembelajaran
Sebagai Sistem.
Sistem berasal dari bahasa
Latin systēma dan bahasa Yunani sustēma, merupakan satu kesatuan komponen yang satu sama lainnya saling berkaitan
dan saling berinteraksi untuk mencapai suatu hasil yang diharapkan secara
optimal sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Berdasarkan pengertian tersebut, ada tiga hal penting yang menjadi
karakteristik sistem
yaitu, tujuan, mengandung proses, dan proses tersebut selalu melibatkan
komponen-komponen tertentu. Oleh karena itu sistem merupakan proses untuk mencapai
tujuan melalui pemberdayaan komponen-komponen yang membentuknya. [1]
Pembelajaran pada hakekatnya merupakan proses
komunikasi yang bersifat timbal balik, baik antara guru dengan siswa, siswa
dengan siswa, untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Komunikasi yang
bersifat timbal balik adalah bentuk komunikasi yang dapat diterima, dipahami,
dan disepakati oleh pihak-pihak yang terkait dalam proses pembelajaran[2].
Pembelajaran
dapat didefinisikan sebagai suatu proses di mana suatu organisma berubah
perilakunya sebagai akibat dari pengalaman, Perubahan yang dimaksud mencakup
pengetahuan, kecakapan, tingkah laku. Perubahan itu diperoleh melalui latihan,
bukan perubahan dengan sendirinya karena pertumbuhan kematangan atau karena
keadaan sementara.[3]
Pembelajaran
dikatakan sebagai suatu sistem karena pembelajaran adalah kegiatan yang
bertujuan untuk membelajarkan siswa. Proses pembelajaran itu merupakan
rangkaian yang melibatkan berbagai komponen.[4] Maka dapat kita
simpulkan bahwa pembelajaran sebagai sistem adalah proses interaksi
antara guru, peserta didik dan lingkungannya untuk mencapai tujuan tertentu
yang mana di dalamnya terdapat saling keterkaitan antara unsur-unsur atau
komponen-komponen pembelajaran.
B. Komponen
Sistem Pembelajaran.
Komponen pembelajaran memiliki fungsi
atau peran yang berbeda, tetapi dengan
perpaduan antar komponen tersebut dapat
membuat proses pembelajaran menjadi lebih
sistematis dan berhasil.
Sebagai suatu sistem, proses pembelajaran terdiri dari beberapa komponen yang
satu sama lain saling berinteraksi dan berinterelansi. Komponen-komponen
tersebut adalah
tujuan, materi pelajaran, metode atau strategi pembelajaran, media dan
evaluasi.
Tujuan merupakan
komponen yang sangat penting dalam sistem pembelajaran karena tujuan
tersebut yang akan membawa siswa kepada kesuksesan atau tidak. Isi atau materi
pelajarn merupakan komponen kedua dalam sistem pembelajaran. Materi pelajaran
merupakan inti
dalam proses pembelajarn strategi atau metode adalah komponen yang mempunyai
fungsi yang sangat menentukan. Keberhasilan pencapaian tujuan sangat ditentukan
oleh komponen ini. Alat dan sumber memiliki peran yang tidak kalah pentingnya
dalam pembelajaran. Sedangkan evaluasi merupakan komponen terakhir dalam system
proses pembelajaran. Evaluasi bukan saja berfungsi untuk melihat keberhasilan
siswa tetapi menjadi umpan balik bagi guru atas kinerjanya dalam pengelolaan
pengajaran.[5]
C. Pengertian
dan Mekanisme Pembelajaran Sebagai Suatu Proses.
Pengertian proses pembelajaran adalah
proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu
lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar
dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan
tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata
lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat
belajar dengan baik.
Beberapa tahapan mekanisme pembelajaran menurut Ibrahim
yaitu:
1.
Tahap
Persiapan.
Kesiapan mengajar dalam penguasaan bidang keilmuan
yang menjadi kewenangannya, merupakan modal
dasar bagi terlaksananya proses pembelajaran
yang baik. Pengajar yang profesional dituntut
untuk memiliki persiapan dan penugasan yang
cukup memadai, baik dalam bidang keilmuan maupun dalam merancang program pembelajaran yang
akan disajikan. Persiapan
proses pembelajaran menyangkut pula penyusunan
desain kegiatan belajar mengajar yang akan
diselenggarakan. Di dalamnya meliputi tujuan,
metode, media, sumber, evaluasi dan kegiatan
belajar siswa
2.
Tahap Pelaksanaan.
Pelaksanaan proses pembelajaran menggambarkan dinamika kegiatan belajar siswa yang dipandu
dan dibuat
dinamis oleh pengajar. Untuk itu, pengajar dituntut untuk memiliki pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan dalam mengaplikasikan
metodologi dan
pendekatan pembelajaran yang tepat. Keberhasilan suatu proses pembelajaran banyak bertumpu pada sikap dan cara belajar peserta didik, baik perseorangan maupun kelompok.
Tujuan pembelajaran
merupakan patokan dan arah yang harus dijadikan pedoman oleh guru dalam mengendalikan proses pembelajaran, khususnya proses belajar siswa. Tujuan pembelajaran harus dijabarkan secara operasional ke dalam sejumlah bentuk perilaku (pengetahuan, sikap dan keterampilan) siswa dapat di ukur.
3.
Tahap Evaluasi.
Evaluasi merupakan alat yang akan digunakan untuk mengungkapkan taraf keberhasilan proses pembelajaran khususnya untuk mengukur hasil belajar siswa. Melalui evaluasi dapat diketahui efektivitas proses pembelajaran dan tingkat pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.
Evaluasi merupakan
laporan akhir dari proses pembelajaran, khususnya laporan tentang kemajuan dan prestasi belajar siswa. Evaluasi secara otomatis merupakan pertanggungjawaban pengajar dalam proses pembelajaran.
4.
Tahap Tindak Lanjut.
Tindak lanjut dari proses pembelajaran dapat dibagi menjadi dua hal, yaitu:
a.
Promosi, adalah penetapan untuk melangkahkan dan meningkatkan lebih lanjut atas keberhasilan siswa. Bentuk promosi bisa berupa melanjutkan bahasan atas materi pembelajaran dan atau keputusan tentang kenaikan tingkat.
b. Rehabilitasi, adalah perbaikan atas kekurangan yang telah terjadi dalam proses pembelajaran, khususnya apabila terjadi tingkat keberhasilan siswa yang kurang memadai. Bentuk rehabilitasi dalam proses pembelajaran dikenal dengan
istilah pengajaran
remedial. Kegiatan ini dilakukan untuk memperkuat penguasaan atau memperbaiki kekurangan yang telah dialami oleh siswa
tertentu dalam
kegiatan belajar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar